Sponsors

Sabtu, 16 Agustus 2014

Mengenal Lebih Jauh Karya Anak Bangsa Kiat Esemka


Mobil buatan anak-anak sekolah menengah kejuruan di Solo, "Kiat Esemka", kebanjiran pesanan. Pesanan melambung hingga puluhan ribu. Hal itu dikatakan pembina pembuatan mobil "Kiat Esemka", Sukiyat, di Klaten, Jawa Tengah.,,


Sukiyat mengakui, sejak mobil "Kiat Esemka" digunakan sebagai mobil dinas Wali Kota Solo Joko Widodo permintaan mobil tersebut naik tajam. Sukiyat menjelaskan, sudah puluhan ribu pemesan dari seluruh Indonesia yang masuk. Mereka harus antre selama empat bulan ke depan.

Sukiyat menjelaskan, pihaknya saat ini masih menunggu proses perizinan yang sedang diurus. Jika izin sudah turun, Sukiyat mengaku siap memproduksi massal untuk memenuhi permintaan pasar.

Proses pembuatan massal mobil itu akan dilakukan dengan menggandeng SMK di seluruh Indonesia. Sebab, jelas Sukiyat, nafas pembuatan mobil ini adalah ingin melatih dan memberi ilmu kepada siswa SMK dalam hal perakitan serta penjualan mobil. Begitu lulus mereka siap masuk ke dunia kerja dan berpoduksi sendiri.

Selain Wali Kota Surakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Wali Kota FX Hadi Rudyatmo (Rudy) membeli Kiat Esemka, pakar telematika Roy Suryo juga berencana pesan mobil rakitan anak-anak SMK itu. Bahkan dia berniat menjadi pioner bagi kolegannya sesama anggota DPR RI.


Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan mengatakan, jika Kiat Esemka sudah terbukti sebagai mobil bagus maka menteri-menteri tidak akan ragu menggunakan mobil itu, apalagi harganya terbilang murah . Karena itu, menteri yang pernah melihat proses perakitan di Klaten tersebut mendorong agar mobil yang dibandrol Rp 95 juta per unit itu bisa diproduksi secara massal.

"Keputusan Jokowi tepat, karena bisa menjadi momentum untuk mendorong kebangkitan industri nasional, terutama bidang otomotif. Karena itu, sepatutnyalah pemerintah mendukung dan mendorong pengembangkan Kiat Esemka agar bisa menjadi produk unggulan nasional," kata Sekretaris Fraksi PPP DPR RI, Arwana Thomafi.

Kendati Jokowi-Rudy sudah mencoba (test drive) dan pasang plat nomer AD-1-A dan AD-2-A, namun mobil itu belum bisa digunakan untuk berdinas. Karena harus diuji kelayakan dan kenyamanannya. Antara lain, tes tabrak, tes terpaan angin, dan tes terpaan angin.


Selain itu, ketebalan konstruksi badan mobil, kelayakan jalan, dan keselamatan penumpang juga harus diuji. "Saat ini sudah sepuluh mobil Kiat Esemka yang sudah selesai kami rakit," kata Sukiat, penggagas perakitan mobil tersebut.

Warga Desa Kradenan Kecamatan Trucuk Klaten itu merangkul 15 SMK di Indonesia untuk mewujudkan gagasannya. Di samping membeli dua unit untuk kebutuhan dinas, Wali Kota Surakarta Joko Widodo juga mengaku siap menjadi investor untuk memproduksi massal mobil tersebut. "Kalau nanti sudah pensiun dari wali kota, saya siap jadi investor," kata Jokowi kepada wartawan di rumah dinas loji gandrung.

Menurut dia, perakitan mobil Kiat Esemka yang dilakukan para siswa SMK itu menunjukan bahwa Indonesia bisa memproduksi mobil bagus. Bahkan jika terus dikembangkan, bukan tidak mungkin nantinya akan menjadi home industri pembuatan mobil, seperti halnya di China.

Hal senada dikatakan ketua Masyarakat Otomotif Surakarta (MOST) Ibnu M Sahur. Menurut dia, peluang Kiat Esemka untuk berkembang cukup besar dan prospektif. Apalagi mobil dengan mesin Toyota serta model injeksi Mazda dan Timor itu ditawarkan dengan harga Rp 95 juta.

Saat ini pembuatan mobil berkapsitas 1.5i, 1500 cc, 4 silinder segaris, 16 valve, DOHC dan multi point injection, Tenaga maksimal yang dihasilkan mencapai 105 horsepower (HP) pada 5.500 rpm sehingga karakter mesin berdaya besar pada putaran tinggi. Panjang mobil Kiat Esemka 5.035 milimeter, tinggi 1.608 mm, dan lebar 1.620 mm dengan kapasitas tujuh penumpang itu melibatkan sebanyak 23 SMK di Indonesia. Nantinya, akan banyak lagi SMK yang dilibatkan untuk memenuhi puluhan ribu pesanantersebut. Sukiyat mengaku sedang mengejar penandatanganan kerja sama dengan sejumlah SMK untuk pembuatan mobil ini.

Sementara itu, berbagai masukan dan kritikan dari para pejabat yang sudah mencoba langsung akan dijadikan bahan untuk perbaikan dan peningkatan kualitas mobil. Diyakini mobil yang komponennya 80 persen lokal dan 20 persen impor itu akan dapat bersaing di pasaran.

Sumber:http://metrotvnews.com/read/news/2012/01/05/77529/Jumlah-Pesanan-Kiat-Esemka-Puluhan-Ribu/6
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/01/04/105916/Banyak-Dipesan-Pejabat-Kiat-Esemka-Prospektif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar